Minggu, 25 Januari 2015

Metode Siklus Pengeluaran



Tiga Metode PengendalianPersediaan

1.      EOQ (Economic Order Quantity)
-          Jumlah pesanan optimal; minimalisasi biaya pemesanan, penggudangan, dan kekurangan persediaan
-          Kelemahan : penggudangan dalam volume besar
-          Reorder point berdasar waktu pengiriman dan tingkat persediaan aman; mengatasi fluktuasi permintaan

2.      MRP (Materials Requirement Planning)
-          Mengurangi tingkat persediaan; menjadwalan produksi
-          Produk dengan pola permintaan dapat diprediksi;barang konsumsi dasar

3.      JIT (Just In Time)
-          Meminimalkan (menghilangkan) biaya penggudangan dan kurangnya persediaan
-          Meniadakan persediaan barang jadi
-          Produk dengan siklus hidup relatif pendek dan permintaan tidak dapat diprediksi; busana batik


Sumber :
-          http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Diana%20Rahmawati,%20M.Si./SIA%20Bab%2012.pdf





Dokumen yang Digunakan Siklus Pegeluaran



Dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pemebelian ini terdiri atas:
  1. Permintaan Barang (Material requisition atau Purchase requisition)
  2. Dokumen awal dalam siklus pengeluaran yang mengotorisasi penempatan pesanan barang atau jasa.
  3.  Penawaran Barang (Qutation)
  4.  Dokumen yang digunakan dalam prosedur persaingan tawar-menawar, menunjukkan barang dan jasa yang dibutuhkan dan harga pesaingnya, syarat, dan lain sebagainya.
  5.  Pemesanan Barang (Purchase Order)
  6.   Dokumen ini mencantumkan dekripsi, kualitas dan kuantitas atau informasi lain atas barang atau jasa yang hendak dibeli.
  7. Bukti Penerimaan Barang (Delivery Receipt)
  8. Dokumen yang menunjukkan tanggal barang diterima, nomor purchase order, kode dan nama barang, banyaknya barang yang diterima dan identitas.
  9. Faktur Penjualan (Invoice)

Dokumen yang menunjukkan deskripsi dan kuantitas barang yang dijual, harga termasuk ongkos angkut, asuransi, syarat pembayaran, dan data lain yang relevan.
Prosedur transaksi pembelian mencangkup:
  1. Bagian gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian
  2. Bagian pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok.
  3. Bagian pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan pemilihan pemasok.
  4. Bagian pembelian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
  5.  Bagian penerimaan memeriksa dan menerima barang yang dikirim oleh pemasok.
  6. Bagian penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepada fungsi gudang untuk disimpan.
  7.  Bagian penerimaan melaporkan penerimaan barang kepada bagian akuntansi.
  8. Bagian akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktur dari pemasok tersebut, bagian akuntansi mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi pembelian.


Sumber :
-          http://akbunhi.blogspot.com/2014/01/sistem-informasi-akuntansi-siklus.html

Fungsi Siklus Pengeluaran



Fungsi dari Siklus Pengeluaran itu sendiri terdiri dari:
1.      Mengetahui kebutuhan akan barang tersebut.
2.      Menempatkan Pesanan, Menerima dan menyimpan barang.
3.      Memastikan validitas kewajiban pembayaraan.
4.      Menyiapkan pengeluaran kas.
5.      Mengelola utang usaha.
6.      Memposkan transaksi ke dalam buku besar umum.
7.      Menyiapkan laporan keuangan dan laporan manajemen yang diperlukan.

Fungsi  Sistem Pembelian
Bagian yang terkait dalam sistem ini meliputi:
  1.  Bagian pembelian, yang berfungsi melakukan pemesanan dari penjual dan meng input nya ke komputer.
  2.  Bagian hutang, yang bertanggung jawab untuk memelihara catatan berbagai pembelian barang ke pemasok, sehingga dapat diketahui jumlah hutang kepada masing-masing pemasok dan juga riwayat layanan pemasok.
  3.  Bagian gudang, yang bertugas menerima kiriman barang yang dipesan dan dan membuat laporan kepada bagian pembelian bahwa barang sudah diterima, sehingga siap menerima tagihan.
  4. Bagian hutang, yang bertugas menerima faktur penjualan atau tagihan dari pemasok.
  5. Bagian keuangan atau kasir bertanggung jawab untuk membayar hutang kepada pemasok sesuai dengan masa potongan sehingga perusahaan dapat memperoleh potongan tunai dan menyelenggarakan pencatatan atas pembayaran.

Sumber :
-          http://akbunhi.blogspot.com/2014/01/sistem-informasi-akuntansi-siklus.html

Penjelasan Siklus Pengeluaran



Siklus Pengeluaran




Siklus Pengeluaran merupakan serangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pengolahan data yang berhubungan dengan pembelian dan pembayaran atas barang dan jasa yang dibeli.Pembahasan kali ini memfokuskan pada pembelian bahan baku,barang jadi,perlengkapan dan jasa.Dalam Siklus pengeluaran yang merupakan siklus kedua dari siklus kegiatan pokok perusahaan,terkait empat kejadian ekonomi atau transaksi akuntansi,yaitu pembelian, penerimaan barang,pencatatan utang dan pelunasan utang.Dalam melaksanakan keempat transaksi tersebut,perusahaan menggunakan empat subsistem,yaitu sistem pembelian,sistem penerimaan,sistem pencatatan utang atau sistem voucher,dan sistem pengeluaran kas.

Dalam siklus ini,pihak eksternal yang terlibat dalam pemasok,sedangkan pihak internal yang terkait adalah siklus produksi,siklus pendapatan,dan siklus buku besar dan pelaporan. Bentuk Interaksi antara siklus pengeluaran dan siklus lainnya adalah siklus pengeluaran menerima pemberitahuan dari siklus pendapatan dan sistem produksi tentang kebutuhan barang dan bahan baku,dan juga memberitahu kapan barang tersebut harus diterima.Siklus pengeluaran juga mengirimkan data biaya ke siklus buku besar dan pelaporan untuk dimasukkan ke dalam laporan keuangan dan laporan kinerja.Interaksi tersebut digambarkan secara lengkap pada sebuah diagram konteks-yang merupakan level tertinggi dari diagram arus data.

Siklus pengeluaran dapat diselenggarakan secara manual dan berbasis komputer. Perbedaan pokok kedua cara tersebut adalah pada mekanisme pengolahan datanya,sedangkan input dan output yang dihasilkan relative sama.berikut ini akan diuraikan masing-masing sistem secara komprehensif.

Sumber :
http://anwarsaya.blogspot.com/2013/10/siklus-pengeluaran-sistem-informasi.html