Jumat, 06 Juni 2014

Jumlah Caleg DPR dari 12 Partai



Berapa jumlah caleg DPR dari 12  partai dan Jumlah kursi yang di perebutkan di DPR. Untuk tingkat DPR RI, terdapat 6.608 caleg dari 12 partai nasional yang memperebutkan 560 kursi  di 77 Daerah Pemilihan seluruh Indonesia. Di setiap Dapil, tersedia 3-10 kursi yang diperebutkan.

Alamat DPP PARPOL, DPD1 & 2(+-12 Partai) Nama Partai Politik dan Alamat,NMR Kantor Parpol
  1. DPC Partai Nadional Demokrat (Partai Nasdem) Jl.Bulakerejo Rt 3 Rw 7 Sukaharjo no hp  081329193026 
  2. DPC Pertai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jl. Sudirman No. 417B Sukoharjo Tlp 593136 Hp 0818552644
  3. DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jl. Jendral Sudirman No,421 Sukoharjo Hp           0856722788
  4. DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPIP) Jl.Tentara Pelajar Jombo Bedosari Tlp 593399 Hp 081804513339
  5. DPD Partai Golkar Jl. Maryo Sunaryo No. 22 Sukoharjo Tlp 593136 Hp 0818552644 
  6. DPC Partai Gerindra Jl.Gatot Subroto No 8 Madyorejo Rt 01/VII Jetis, skh Hp05229081456
  7. DPD Partai Demokrat JL.Pemuda No. 70 Sukoharjo tlp. 590413 Hp 081548647299
  8. DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Jl. Jend. Sudirman  No. 298 Sukoharjo Hp 0856722788
  9. DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jl.Jend Sudirman 419 Hp 081931650300
  10. DPC Partai Hanurah Jl. Tentara pelajar No. Jombor Indah, Bendosari Hp 08329400091
  11. DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Jl. Gatot Subroto No 15 Sukoharjo 08781272888
  12. PDK Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Jl. Raya Solo Sukoharjo Km 7.8 Telukan, Grogol, Skh 081227886411

Khusus anggota DPR dan DPRD1 yang terpilih, Berapa jumlah caleg perempuan diperkirakan calon legislator perempuan terpilih pada Pemilu 2014 sekitar 14 persen dari total anggota DPR RI.
Caleg perempuan terpilih sebanyak 79 orang itu turun signifikan jika dibandingkan dengan hasil
Pemilu 2009 sebanyak 18 persen (103 orang), kata Ana Margret dalam seminar "Refleksi Kritis Komitmen Internal Partai Politik soal Keterpilihan Perempuan" di Jakarta, Senin.
      Penurunan itu, layak dikritisi karena berbanding terbalik dengan tingkat pencalonan perempuan di DPR RI, yakni 33,6 persen pada Pemilu 2009 dan naik mencapai 37 persen pada Pemilu 2014, hal tersebut sejalan dengan adanya Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang mengatur minimum 30 persen pencalonan perempuan dalam daftar calon tetap di setiap dapil DPR/DPRD.
       "Temuan ini menunjukkan bahwa hambatan dan tantangan bagi keterpilihan perempuan dalam parlemen tidak secara otomatis teratasi dengan dikeluarkannya peraturan teknis yang secara formal ditujukan untuk mengawal pencalonan perempuan,"
Ia mengatakan bahwa caleg perempuan yang diperkirakan terpilih pada Pemilu 2014 didominasi oleh wajah-wajah baru di parlemen.
       "Dari 103 anggota perempuan di DPR RI periode 2009--2014, hanya ada 36 orang yang diperkirakan terpilih kembali,"
Dengan kata lain, kata dia, sekitar 34 persen perempuan petahan lolos kembali menjabat di DPR RI, sementara hampir sebagian besar terpental keluar.
        "Jika dibandingkan dengan perkiraan jumlah caleg perempuan terpilih pada Pemilu 2014, tingkat keterpilihan perempuan petahana adalah 45 persen,"




Sumber;
http://politik.kompasiana.com/2014/04/23/sebenarnya-berapa-sih-jumlah-caleg-gagal-di-pemilu-2014-ini-jawabannya-651149.html
http://kpud-sukoharjokab.go.id/halaman/348/alamat-partai-politik-peserta-pemilu-tahun-2014.html
http://www.republika.co.id/berita/pemilu/berita-pemilu/14/05/12/n5gd38-jumlah-caleg-perempuan-di-dpr-alami-penurunan


Sabtu, 26 April 2014

Perbatasan Wilayah Negara Indonesia dengan Negara asing


Batas-batas Negara Indonesia
-  Utara       : Negara Malaysia, Negara Singapura, Samudra Pasifik, Laut Cina Selatan,
Negara Filipina

-  Barat       : Samudra Hindia

-  Selatan    : Samudra Hindia, Negara Timor Leste

- Timur       : Negara Papua Nugini

  Perbatasan wilayah Negara Indonesia dengan Negara Asing
Indonesia adalaha negara kepulauan, dan bisa di lihat bahwa batas negara Indonesia lebih banyak batas laut dibanding batas darat, dan ini dapat menimbulkan masalah dan juga keuntungan dari letak perbatsannya tersebut.

 Perjanjian Bilateral
Merupakan hubungan yang melibatkan hanya dua Negara, hubungan internasional banyak yang dilakukan secara Bilateral, misalnya saja politik-ekonomi, pertukaran kedutaan besar, pelajar, maupun tenaga kerja, lalu kunjungan antar negara. Berikut adalah hubungan bilateral Indonesia dengan negara tetangga.
1. Indonesia-Singapura
a. Saling kunjung mengunjungi antar kepala pemerintahan kedua negara dan pejabat
tinggi lainnya.
b.Kerjasama pertahanan, ekstradisi, dan Perjanjian Counter-Terorism
c.Pertukaran pelajar dan tenaga kerja
d.Kerjasama perdagangan
2. Indonesia-Malaysia
a.  Menjalin hubungan persahabatan antar kedua negara
b.  Mengadakan normalisasi dari hubungan kedua negara
c.  Mengadakan kerjasama dalam bidan perekonomian
d. Pengaturan dasar perdagangan dan ekonomi antar negara
e. Pertukaran surat-surat (mengenaidasar ekonomi, telekomunikasi, dan imigrasi antar
kedua negara)
f.  Persetujuan penetapan Garis Bata Landas Kontinen kedua negara
g.  Persetujuan tentang perdagangan lintas batas negara
3.  Indonesia-Filipina
a. Kebanyakan perjanjian dan persetujuan mengenai lalu lintas penduduk yang mana sering menemui masalah dari munculnya nelayan ilegal, pencurian ikan, penduduk yang melewati batas ZEEI dan kasus terorisme.
4. Indonesia-Papua Nugini
a.  Pembangunan ekonomi investasi dan perdagangan
b.  Menjaga keutuhan negara dan perbatasan
c.  Membuka secara resmi lintas batas negara
d.  Memberi bantuan hukum bagi tenaga kerja
5. Indonesia-Timor Leste
a. Kerjasama bidang kebudayaan dengan mendirikan PBI (pusat kebudayaan Indonesia) di Dili
b.  Kerjasama di bidang ekonomi, ekspor impor
c.  Kerjasama bidang pendidikan bagi pelajar timor leste yang ingin belajar di indonesia
d.  Kerjasama milier dan kehutanan

Permasalahan Yang Timbul
1. Indonesia-Singapura
a. Masalah perbatasan ; dimana diketahui tanah laut di bagianwilayah Indonesia terambil
oleh singapura guna melebarkan daratannya pulau ujong (singapura)
b. Masalah tenga kerja ; banyak tenaga kerja indonesia yang dapat perlakuan tidak
selayaknya di tempat mereka bekerja di ingapura
c. Lintas negara yang terbuka antar indonesia-singapura yakni melalui kepulauan
batam(indonesia) menjadi sasaran empuk lokasi perdagangan ilegal
d. Kebakaran hutan indonesia (sumatera) sering mengganggu pada ibukota singapura

2. Indonesia-malaysia
a. Sama seperti singapura masalah tenaga kerja paling sering muncul antara indonesia
dan malaysia
b. Perdagangan ilegal juga kerap munul melewati selat malaka
c.  Menipisnya rasa nasionalisme bangsa indonesia, sangat berpengaruh pada penduduk
indonesia yang berlokasi di pebatasan antara kalimantan dan serwak : Masalah yang
timbul antara lain mereka lebih respek terhadap mata uang ringgit karena transportasi
komunikasi denga penduduk malaysia yang bisa dibilang lebih mudah dibanding
dengan penduduk kalimantan lainnya.
d. indonesia dan malaysia adalah ras melayu dimana corakm budaya sering menemukan
kemiripan, hal ini dimanfaatkan beberapa warga malaysia yang tidak bertanggun
jawab , meniru dan mematenkan kcorak kebudayaan indonesia
e. dari msalah corak kebudayaan itulah yang membuat hubungan indonesia dan malaysia
menjadi tegang
3. Indonesia-Filipina
a. Banyak nelayan Filipina yang berlayar sampai ke wilayah Indonesia, kapal dari filipina
secara ilegal memasuki Indonesia, yang menyebabkan keamanan indonesia utara
menjadi terancam
4. Indonesia-Papua Nugini
a. Organisasi papua merdeka adalah salah satu masalah indonesia papua
b.  Masalah keamanan perbatasan antar indonesia paupa nugini
5. Indonesia-Timor leste
a. Masalah indonesia timor leste lebih pada penduduk yang mana banyak penduduk
timor leste yang ingin menjadi warga negara indonesia
b. Dan masalah perbatasan pula



Sumber :
http://ridhoihsangood.blogspot.com/2013/05/perbatasan-wilayah-negara-indonesia.html

Konsepsi Geopolitik Indonesia




Konsepsi Geopolitik Indonesia
Geopolitik berasal dari kata geo (kata Yunani, geo = bumi) dan politik (esensi politik kekuatan), geopolitik berarti kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan letak bumi sebagai wilayah hidup dalam menentukan alternatif kebijaksanaan untuk mewujudkan suatu tujuan. Atau bisa diartikan seperti berikut ;
geopolitik adalah suatu sistem perpolitikan yang mengatur hubungan antar negara-negara yang letaknya berdekatan di atas permukaan planet bumi ini, yang mutlak dimiliki dan diterapkan oleh setiap negara dalam melakukan interaksi dengan sesama negara di sekitarnya. Tak terkecuali Indonesia. Indonesia pun harus memiliki sistem geopolitik yang cocok diterapkan dengan kondisi kepulauannya yang unik dan letak geografis negara Indonesia di atas permukaan planet bumi ini.
Geopolitik adalah politik yang tidak lepas dari pengaruh letak dan kondisi geografis bumi yang menjadi wilayah hidup. Politik dalam ketatanegaraan berdasarkan tiga hal, yaitu bagaimana menyatukan bangsa dan nusanya, bagaimana cara berpemerintahan dengan bangsa yang majemuk, dan bagaimana menyejahterakan bangsa dan rakyatnya. Tiga hal ini atas dasar tiga hal pokok pikiran dalam Pembukan UUD 1945, sebagai fundamen politik negara.
Politik ketatanegaraan yang mendasarkan pengaruh geografis bumi maka yang penting adalah manusia yang hidup di atas bumi itulah berperan sebagai penentu terhadap bumi tempatnya berada, sehingga geopolitik adalah ilmu tentang pengaruh faktor-faktor geografis terhadap ketatanegaraan.
Keadaan geografi dan demografi Indonesia sebagai negara terbesar di Asia Tenggara merupakan negara kepulauan (negara maritim), dimana ± 65% terdiri atas lautan, sedang ± 35% terdiri atas daratan. Daratan terdiri atas 17.508 pulau maupun gugusan pulau-pulau besar dan kecil yang seluruhnya ± 2.028.087 km². Pulau-pulau yang besar antara lain Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Irian Jaya (Papua), dan sekitar 6.044 di antaranya memakai nama. Wilayah Indonesia seluruhnya adalah ± 5.193.250 km². Kepulauan Indonesia bertebaran sebelah menyebelah khatulistiwa, dengan ketentuan :
• Panjang wilayah mencakup ⅛ khatulistiwa.
• Jarak terjauh utara-selatan 1.888 km.
• Jarak terjauh barat-timur 5.110 km.
• Terletak diantara 06° 08´ LU – 11° 15´ LS, dan di antara 94° 45´ – 141° 05´ Bujur Timur.
• Jumlah luas keseluruhan daratan pulau-pulau yang terpenting 1.849.731 km².
• Luas lautan ⅔ dari seluruh wilayah
• Persebaran penduduk tidak merata, ada yang padat (Jawa, Madura, dan Bali) dan ada pula yang sangat jarang (Irian Jaya).
Kepulauan Indonesia yang terletak di wilayah bagian barat adalah daratan lebih menonjol, sedangkan di bagian timur lautan yang lebih dominan. Di samping itu pada umumnya wilayah Indonesia adalah subur, kecuali Kalimantan yang sebagian subur dan sebagian kurang, sedangakan Irian Jaya pada umumnya kurang subur, kecuali daerah dataran tinggi

Dasar Pengertian Geopolitik
Timbulnya pengetahuan geopolitik berpangkal pada tinjauan para ahli pikir dan sarjana tentang peranan faktor geografis terhadap kehidupan makhluk dan kebudayaan. Bahwa keadaan alam di sekitarnya adalah penting untuk tiap makhluk hidup. Kehidupan harus menyesuaikan diri dengan keadaan alamiah. Manusia sebagai makhluk sosial budaya tidak hanya dikelilingi oleh situasi sosiokultural semata tetapi pada hakikatnya tergantung pula serta diliputi oleh situasi alamiah.
Frederich Ratzel (1844-1904). Perintis aliran geopolitik ialah Frederich Ratzel, yang menyatakan dalam bukunya “Political Geography” (1897) bahwa negara merupakan organism yang hidup dan supaya dapat hidup subur dan kuat maka memerlukan ruangan untuk hidup, dalam bahasa Jerman disebut Lebensraum. Negara-negara besar, kata Ratzel mempunyai semangat ekspansi, militerisme, dan optimisme.
Rudolp Kjellen (1864-1922). Geopolitik sebagai suatu istilah adalah singkatan dari Geographical Politic, yang dicetuskan oleh seorang sarjana ilmu politik Swedia bernama Rudolp Kjellen pada 1900, dalam rangka mengemukakan suatu system politik yang menyeluruh, meliputi demopolitik, ekonomopolitik, sosiopolitik, kratopolitik, termasuk juga geopolitik. Kjellen melanjutkan ajaran Ratzel tentang teori organisme. Kjellen menegaskan bahwa negara adalah suatu organism yang dianggap sebagai “prinsip dasar”.
Karl Haushofer (1869-1946). Geopolitik kemudian berubah artinya setelah dipopulerkan oleh Karl Haushofer seorang perwira tentara di kota Munchen, dengan mengarah ke ekspansionisme dan resialisme. Hal ini dapat dilihat dari rumusan Karl Haushofer : “Geopolitik adalah landasan ilmiah bagi tindakan politik dalam perjuangan demi kelangsungan hidup suatu organisasi negara untuk memperoleh ruang hidupnya (lebensraum)”. Konsep geopolitik yang dikembangkan oleh Karl Haushofer mencakup seluruh system politik pandangan Kjellen.
Ajaran Pancasila. Konsep Karl Haushofer tidak dapat diterima oleh bangsa Indonesia, karena sangat bertentangan dengan filsafat hidup bangsa Indonesia. Sesuai dengan ajaran Pancasila, bangsa Indonesia merumuskan geopolitik sebagai berikut :
            Geopolitik adalah pengetahuan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan konstelasi geografis suatu negara dengan memanfaatkan keuntungan letak geografis tersebut untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan nasional dan penentuan-penentuan kebijaksanaan secara ilmiah berdasrkan realita yang ada dengan cita-cita bangsa.

Unsur Dasar Geopolitik Indonesia
Geopolitik Indonesia sebagai fenomena atau gejala sosial harus dilihat sebagai gejala dinamis, yang selalu mengusahakan persatuan dan kesatuan. Persatuan merupakan suatu proses, yaitu usaha ke arah berastu untuk menjadikan keseluruhan kea rah satu kesatuan yang tidak terpisahkan, atau dengan istilah lain sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakikat satu, yaitu mutlak tidak dapat terbagi dan terpisahkan dari yang lain. Dan sebagai gejala sosial yang dinamis, geopolitik harus selalu berkembang terus yang konsisten dan relevan, dengan berlandaskan konsepsi dasar dan konsepsi pelaksana geopolitik Indonesia.

Implementasi Geopolitik Indonesia
Pengaruh letak bumi pada posisi silang terhadap ketatanegaraan bagi bagsa Indonesia mula pertama terasa penting dan mendesak dengan menyatukan nusa dan bangsanya dalam rangka usaha mengembangkan konsepsi ketahanan nasional atau geostrategic Indonesia, mengingat bangsa Indonesia yang terdiri atas beberapa suku bangsa dan beraneka budaya serta bermacam-macam agama, maka konsep geopolitik di Indonesia perlu dilaksanakan untuk mencapai tujuan bangsa dan negara.
Konsep geopolitik IndonasiaAa, sebagai berikut :
Pengetahuan tentang segala sesuatu dengan memanfaatkan letak geografis negara kepulauan untuk kepentingan-kepentingan penyelenggaraan pemerintahan nasional yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah yang menghormati ke-bhineka-an kehidupan nasional untuk mencapai tujuan negara.

Sumber :
http://3yoo.wordpress.com/2011/12/01/geopolitik-indonesia/